Cara Keyword Research
Tested: No Author: Herman Yudiono Category: Keyword Research Created time: April 27, 2024 9:28 AM Urgency: ⭐⭐⭐⭐⭐
Cara Riset keyword untuk SEO By Herman Yudiono
Cara Riset Keyword untuk SEOoleh Herman Yudiono - 31 Mei 2021
Jika Anda ingin mendapatkan banyak pengunjung dari Google secara gratis, Anda harus menerapkan search engine optimization (SEO).
Langkah pertama dari SEO adalah riset keyword.
Jangan khawatir jika Anda belum tahu cara riset keyword. Di tulisan ini saya akan memandu Anda mempelajarinya.
Spesifiknya, saya akan membahas 5 hal berikut:
- Dasar-dasar Riset Keyword
- Cara Menemukan Keyword
- Tool Riset Keyword
- Cara Mengetahui Kompetisi Keyword
- Cara Memilih Keyword Target
1. Dasar-dasar Riset Keyword
Di bagian ini, pertama-tama Anda akan mengetahui definisi keyword dan riset keyword.
Setelah itu, Anda akan mengetahui kenapa riset keyword itu penting untuk SEO dan contoh dampaknya pada kenaikan pengunjung.
Apa Itu Keyword?
Keyword atau kata kunci adalah kata atau gabungan kata yang digunakan orang-orang untuk mencari sesuatu di mesin pencari seperti Google dan Bing.
Berdasarkan jumlah kata, keyword terbagi menjadi tiga:
- head keyword
- body keyword
- long tail keyword
Head keyword adalah keyword satu kata. Contohnya bisnis, baju, dan sepatu.
Body keyword adalah keyword 2 hingga 3 kata. Misalnya bisnis online, baju anak, dan sepatu sneaker wanita.
Adapun long tail keyword adalah keyword 4 kata atau lebih. Karena itulah, long tail keyword lebih spesifik daripada head dan body keyword.
Contohnya:
- Cara memulai bisnis online dari nol
- Baju anak perempuan umur 10 tahun
- Sepatu sneaker wanita tanpa tali
Tak heran, persaingan long tail keyword lebih rendah namun konversinya lebih tinggi dari head dan body keyword.
Lihat ilustrasi di bawah ini untuk lebih jelasnya.
Sumber: Backlinko
Apa Itu Riset Keyword?
Riset keyword adalah proses sistematis untuk mendapatkan keyword target. Dalam sekali riset keyword, jumlah keyword target ini bisa satu buah atau lebih.
Umumnya blogger melakukan riset keyword setelah membuat blog. Meski demikian, ada juga blogger yang melakukan riset keyword sebelum membuat blog.
Sebagai contoh, saya melakukan riset keyword terlebih dahulu sebelum membuat blog bahasa Inggris untuk afiliasi Amazon.
Selain blogger, orang-orang yang biasa melakukan riset kata kunci adalah:
- Internet marketer
- Staf tim SEO
- YouTuber
- Pelapak
- Penulis lepas
Mengapa Riset Keyword Penting untuk SEO?
Riset keyword berdampak pada aspek SEO lain yang Anda lakukan seperti SEO on page dan link building.
Sumber: Backlinko
Tak hanya itu, riset keyword juga membantu Anda memahami target pengunjung dengan lebih baik.
Hal ini karena riset keyword memberitahu Anda apa yang mereka cari di mesin pencari.
Oleh sebab itu, saya sepakat dengan Brian Dean dari Backlinko yang mengatakan bahwa riset keyword adalah riset pasar abad 21.
Dampak Riset Keyword pada Kenaikan Pengunjung
Jika Anda melakukan riset keyword dengan baik dan benar, pengunjung blog Anda akan meningkat secara signifikan.
Masa sih?
Yup. Contohnya pada blog saya yang bertopik wanita.
Saya melakukan riset keyword secara intensif di blog yang saya monetisasi dengan Google AdSense tersebut.
Hasilnya?
Trafik blog tersebut naik secara signifikan dalam 12 bulan terakhir.
2. Cara Menemukan Keyword
Riset keyword dimulai dengan menemukan keyword. Anda bisa menemukannya secara manual atau dengan menggunakan tool riset keyword.
Di bagian ini, saya khusus mengulas cara menemukan keyword secara manual, yaitu:
- Merinci kategori konten
- Memanfaatkan Google
- Memahami search intent
Merinci Kategori Konten
Merinci kategori konten adalah menguraikan setiap kategori blog Anda menjadi ide-ide keyword. Cara sederhana ini bisa bantu Anda mendapatkan banyak keyword.
Untuk merinci kategori konten, tulis dulu daftar kategori blog Anda di MS Word atau Google Docs.
Jika Anda kesulitan menuliskannya, lihat kategori blog atau situs orang lain.
Umpamanya Anda punya blog tentang peralatan rumah tangga. Kunjungi Tokopedia atau Shopee untuk melihat kategori yang relevan dengan blog Anda.
Contohnya kategori dapur di Tokopedia.
Setelah membuat daftar kategori konten, selanjutnya rinci setiap kategori dengan mind mapping atau langkah demi langkah.
Sebagai contoh, berikut ini daftar kategori konten blog saya.
- Pembuatan Blog
- WordPress
- Penulisan Konten
- Google AdSense
- Afiliasi Amazon
- SEO
- Email Marketing
- YouTube Marketing
- Copywriting
- Psikologis Blogging
Contoh rincian kategori email marketing seperti ini:
- Manfaat email marketing
- Jenis lead magnet
- Membuat lead magnet
- Memilih penyedia email marketing
- Memasang optin form
- Membuat autoresponder
- Meningkatkan open rate email
Memanfaatkan Google
Anda bisa memanfaatkan Google untuk mendapatkan banyak keyword. Hal ini karena Google punya fitur:
- Suggest
- Penelusuran terkait
- Orang juga bertanya.
Untuk mendapatkan keyword dari Google Suggest, ketik salah satu kategori blog Anda di Google lalu lihat saran pencarian yang muncul.
Contohnya seperti ini:

Untuk melihat Penelusuran terkait, gulirkan layar ke paling bawah hasil penelusuran Google.
Sebagai contoh, kategori yang Anda ketik di Google adalah gebetan. Dari penelusuran terkait Google, Anda bisa mendapatkan setidaknya 4 keyword.

Adapun contoh fitur Orang juga bertanya seperti ini.

Dari contoh di atas, Anda mendapatkan setidaknya 3 keyword:
- Menghadapi gebetan yang menjauh
- Penyebab gebetan jadi cuek
- Cara mendekati gebetan
Memahami Search Intent
Search intent atau user intent adalah tujuan orang-orang menggunakan mesin pencari.
Terdapat 4 kategori search intent, yaitu:
- Informational – Mencari informasi tentang sesuatu. Misalnya keyword cara membuat blog dan cara mengubah MS Word ke PDF.
- Navigational – Mengetahui situs yang ingin dituju. Contohnya keyword Google search console.
- Commercial Investigation – Menyelidiki sesuatu yang ingin dibeli. Misalnya keyword hosting terbaik dan review Niagahoster.
- Transactional – Mereka siap membeli sesuatu. Contoh keyword jasa SEO, sewa drone di Makassar, dan jual gorden di Bandung.
Tugas Anda adalah mencari keyword yang sesuai dengan search intent target pengunjung blog atau website Anda.
Sebagai contoh, Anda adalah agensi digital marketing yang piawai dalam pembuatan landing page.
Maka, keyword untuk setiap search intent bisa seperti ini:
- Informational: manfaat landing page, contoh landing page, dan kesalahan dalam membuat landing page.
- Navigational: panduan landing page brand Anda.
- Commercial investigation: plugin landing page terbaik dan membuat landing page di Berdu vs hosting sendiri.
- Transactional: jasa pembuatan landing page, jual template landing page, dan kursus membuat landing page.
Bagaimana jika Anda sulit menemukan keyword navigational?
Jangan persulit diri Anda. Fokus saja pada keyword informational, commercial investigation, dan transactional.
3. Tool Riset Keyword
Tool riset keyword membantu Anda mendapatkan banyak keyword dengan mudah dan cepat. Ada lebih dari selusin tool riset kata kunci yang bisa Anda gunakan.
Meski demikian, agar Anda tidak pusing, saya hanya informasikan 5 tool riset keyword berikut ini.
Tool 1: Keyword Planner

Keyword Planner adalah tool riset kata kunci gratis dari Google. Sayangnya, tool ini menampilkan volume pencarian keyword dalam kisaran (misalnya 1K – 10K).
Jika Anda ingin volume pencarian bukan kisaran, Anda harus mengeluarkan uang untuk beriklan di Google.
Di bawah ini adalah contoh ide keyword untuk fotografi.

Tool 2: Keywords Everywhere
Keywords Everywhere adalah add-on browser untuk Chrome dan Firefox yang menunjukkan volume pencarian, CPC, dan persaingan biaya iklan di 16 situs web.
Contohnya di Google, Amazon, dan YouTube.
Keywords Everywhere tersedia dalam versi gratis dan berbayar. Salah satu kekurangan dari versi gratisan adalah tidak tersedianya volume pencarian keyword.
Sementara itu, harga Keywords Everywhere berdasarkan jumlah kredit. Satu kredit sama dengan satu keyword.
Saya sendiri menggunakan Keywords Everywhere berbayar seharga 10 dolar AS. Saya membelinya menggunakan kartu Jenius.
Berikut ini contoh menggunakan Keyword Everywhere berbayar.
Contoh fitur Keywords Everywhere:
Tool 3: Ubersuggest
Ubersuggest adalah tool riset keyword yang awalnya untuk mengambil keyword dari Google Suggest.
Setelah diakuisisi Neil Patel pada pertengahan Februari 2017, Ubersuggest bertambah fiturnya.
Yaitu:
- Domain Overview
- Top SEO Pages
- Keyword Suggestions
- Content Ideas
- Backlink data
Ubersuggest tersedia dalam versi gratis dan berbayar.
Untuk menggunakan Ubersuggest versi gratis, Anda cukup menggunakan akun Gmail. Namun, versi gratisan ini penggunaannya terbatas, yaitu 3 kali sehari.
Sementara itu, Ubersuggest berbayar punya 3 paket harga. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar di bawah.
Nah, berikut ini contoh ide keyword dari Ubersuggest.
Tool 4: Ahrefs
Ahrefs adalah tool SEO yang dibuat oleh Dmitry Gerasimenko. Tool ini punya fitur yang lengkap untuk keperluan SEO.
Antara lain:
- Site Audit
- Site Explorer
- Keywords Explorer
- Content Explorer
- Rank Tracker
Anda bisa mencoba Ahrefs selama 7 hari dengan biaya 7 dolar AS. Setelah itu, Anda bisa cancel atau lanjutkan dengan biaya bulanan seperti di bawah ini.
Contoh ide keyword dari Ahrefs:
Tool 5: KWFinder
KWFinder adalah tool riset keyword dari Mangools, sebuah startup di bidang SEO. Anda bisa mencoba tool ini secara gratis selama 10 hari.
Bila cocok, Anda bisa melanjutkan berlangganan dengan harga berikut:
Contoh ide keyword dengan menggunakan KWFinder.
4. Cara Mengetahui Kompetisi Keyword
Katakanlah Anda sudah punya sejumlah keyword. Bagaimana Anda tahu bahwa keyword-keyword tersebut kompetisinya rendah atau tinggi?
Anda bisa mengetahuinya dengan menggunakan Keyword Golden Ratio atau Keyword Difficulty.
Keyword Golden Ratio
Keyword golden ratio (KGR) adalah cara mengetahui kompetisi long tail keyword yang dipopulerkan Doug Cunnington dari Niche Site Project.
Rumusnya adalah jumlah allintitle suatu keyword di Google dibagi volume pencarian. Volume pencarian ini maksimal 250.
KGR menghasilkan 3 nilai berikut:
- < 0,25 adalah kompetisi rendah
- 0.25 – 1 adalah kompetisi sedang
-
1 = kompetisi tinggi
Lebih jelasnya lihat ilustrasi di bawah ini.
Untuk menggunakan rumus KGR, ketik allintitle:keyword Anda di Google. Setelah itu, lihat jumlah hasil (results) yang muncul.
Misalnya keyword Anda adalah cara menjadi pribadi yang tenang. Jumlah allintitle keyword tersebut di Google sebagai berikut:
Bagi jumlah allintitle tersebut dengan volume pencarian keyword. Menurut Keywords Everywhere, volume pencarian cara menjadi pribadi yang tenang adalah 210.
Maka, KGR = 24 / 210 = 0,11.
Karena di bawah 0,25, kompetisi keyword tersebut rendah.
Seperti yang Anda lihat, cara di atas cukup ribet karena Anda harus melakukannya secara manual.
Jika Anda ingin yang lebih praktis, Anda bisa menggunakan Keyword Difficulty.
Keyword Difficulty
Keyword Difficulty (KD) adalah metrik untuk memperkirakan persaingan suatu keyword di mesin pencari.
Umumnya tool riset keyword berbayar punya metrik ini, meskipun namanya berbeda-beda.
Sebagai contoh, Ubersuggest menamai metrik ini sebagai SEO Difficulty. Sedangkan Ahrefs menamainya sebagai Keyword Difficulty.
Skor Keyword Difficulty dari 0 hingga 100. Ahrefs membagi skor ini menjadi 4 kategori:
- 0 – 10 adalah Easy
- 11 – 30 adalah Medium
- 31 – 70 adalah Hard
- 71 – 100 adalah Super Hard
Untuk mengetahui Keyword Difficulty dari Ahrefs secara gratis, akses tautan Keyword Difficulty Checker.
Masukan keyword Anda di kotak yang tersedia, kemudian pilih negara. Setelah itu, centang kotak I’m a not robot.
Dalam hitungan detik, Anda akan melihat skor Keyword Difficulty. Contohnya di bawah ini.
5. Cara Memilih Keyword Target
Goal riset keyword adalah mendapatkan keyword target yang tepat. Yang dimaksud tepat ini berbeda-beda, tergantung siapa yang melakukan riset keyword.
Umumnya orang-orang memilih keyword target berdasarkan satu atau lebih dari 5 kriteria berikut.
Volume Pencarian
Volume pencarian adalah jumlah pencarian suatu keyword dalam satu bulan. Jumlah ini berdasarkan rata-rata pencarian dalam 12 bulan terakhir.
Pengelola situs besar biasanya memilih keyword target yang volume pencariannya besar (misalnya di atas 10.000).
Kenapa?
Karena mereka punya banyak sumber daya dan dana. Sehingga mereka siap bertarung masuk posisi 1 Google untuk keyword-keyword tersebut.
Cost Per Click
Cost Per Click (CPC) adalah biaya pengiklan untuk satu klik keyword yang mereka iklankan.
Umumnya pemain Google AdSense mengincar keyword dengan CPC tinggi untuk meningkatkan penghasilan blog atau websitenya.
Misalnya keyword seputar pinjaman online berikut ini:
- Pinjaman online terpercaya (CPC $1.32)
- Aplikasi pinjaman online (CPC $1.88)
- Pinjaman online cepat cair (CPC $1.44)
- Pinjaman online tanpa bunga (CPC $1.21)
Untuk keyword bahasa Inggris yang CPC-nya tinggi, contohnya adalah:
- Insurance (CPC $54.91)
- Loans (CPC $44.28)
- Mortgage (CPC $47.12)
- Attorney (CPC $47.07)
- Credit (CPC $36.06)
Kompetisi Keyword
Mereka yang punya blog baru atau tidak mau pusing mencari backlink memilih keyword yang kompetisinya rendah.
Tujuannya, agar blog mereka cepat masuk halaman 1 Google untuk keyword tersebut.
Nah, jika Anda masih pemula atau blog Anda masih baru, saya menyarankan Anda untuk memilih keyword dengan kompetisi rendah.
Setelah blog Anda berusia lebih dari 6 bulan, Anda bisa membidik keyword yang kompetisinya sedang dan tinggi.
Tren Keyword
Tren Keyword adalah grafik keyword dalam jangka waktu tertentu. Anda bisa mengetahuinya dengan Google Trends atau tool riset keyword.
Contoh tren keyword di Google Trends Indonesia dalam 12 bulan terakhir.
Ingat, hindari keyword yang trennya menurun. Hal ini karena pencarinya akan berkurang signifikan seiring berjalannya waktu.
Kecocokan dengan Bisnis
Kecocokan dengan bisnis adalah perkiraan apakah keyword tersebut bagus untuk jualan produk atau jasa.
Kebanyakan blogger jarang menggunakan kriteria ini, kecuali blogger yang akan jualan produk atau jasa.
Sebagai contoh, saya akan jualan buku dan kursus online seputar blogging di blog ini. Karena itulah, saya berhati-hati dalam memilih keyword yang akan saya bidik.
Misalnya, tiga keyword berikut:
- Perbedaan blog dan website (volume pencarian 880)
- Apa itu blogging (volume pencarian 8.100)
- Platform blogging (volume pencarian 12.100)
Saya tidak akan membuat konten Bloggingmo yang membidik ketiga keyword tersebut.
Kenapa?
Karena saya pikir pencari ketiga keyword itu adalah anak sekolah atau mahasiswa yang sedang membuat tulisan seputar blogging.
Jadi, mereka bukan target pengunjung Bloggingmo.
Meski demikian, ketiga keyword tersebut tidak saya buang. Saya akan gunakan suatu hari nanti untuk tulisan dalam rangka link building seperti guest posting.
Penutup
Demikianlah cara riset keyword yang perlu Anda ketahui dan pahami. Dari mulai dasar-dasar riset keyword hingga memilih keyword target.
Semoga membantu Anda yang belum mengetahuinya.
Jika Anda tertarik melakukan riset keyword untuk pertama kalinya, apa tool yang akan Anda gunakan?